Bagaimana Facebook Mendesain Ulang Produk Untuk Miliaran Pengguna

Bagaimana Facebook Mendesain Ulang Produk Untuk Miliaran Pengguna

Siapapun yang mengenal dan memahami, betapa mengerikannya risiko akan desain ulang suatu situs web, apalagi melakukan perubahan secara menyeluruh dari bentuk awal karena berisiko akan kehilangan atau ditinggalkan penggunanya. Sekarang coba perhatikan Facebook (FB) dengan 1,32 Miliar penggunanya, yang kebanyakan telah mengeksklusifkan situs tersebut. Siapa yang ingin main-main dengan satu Miliar pengguna setia?

Margaret Gould Stewart lah orangnya. Sebagai Direktur Desain Produk Facebook, tugasnya ialah memastikan bahwa tata letak terbaru Facebook tidak merubah persamaan love-hate pengguna Facebook menjadi sepenuhnya tata letak yang secara merata dibenci oleh seluruh pengguna. Veteran Silicon Valley ini - yang sebelumnya memimpin tim User Experience di YouTube dan Google sebelum bergabung dengan Mark Zuckerberg - mengatakan bahwa mendesain untuk massa yang jumlahnya besar membawa tantangan tersendiri. Kesalahan sedikit pada besaran pixel nya saja, bisa membuat tersinggung setengah populasi pengguna internet. Berikut adalah cara Stewart melakukannya:

1. Pusingkan Hal-Hal Kecil. Obsesiflah.

Seberapa sulit untuk mendesain ulang tombol sekecil button "Like" di Facebook? Sangat sulit, ungkap Stewart. Tombol harus sesuai dengan tinggi dan lebar parameter tertentu dan menjauhkan diri dari gradient fancy dan perbatasan yang bisa membuat Facebook terlihat jelek di Web browser lama. Perancang utama memperkirakan bahwa ia menghabiskan lebih dari 280 jam untuk memecahkan solusi tombol jempol ini; seluruh proyek memakan waktu sampai 6 bulan. Pertimbangannnya harus lama karena tombol kecil ini akan terlihat pada rata-rata 22 miliar kali sehari di 7,5 juta situs.

2. Berhatilah-Hatilah Pada Hasil Positif Yang Sebenarnya Salah

Ketika menganalisis data pengguna yang dihasilkan, perusahaan harus menahan diri untuk mendeklasrasikan kesuksesan fitur baru mereka meskipun respon yang dihasilkan terlihat positif. "Saat Anda baru bertatap muka dengan tombol baru yang belum pernah ada sebelumnya, bisa saja Anda akan mendapatkan banyak klik hanya karena tombol tersebut masih sangat baru dihadapan pengguna," kata Stewart. "Hal tersebut belum tentu akan berlaku dalam jangka panjang, tunggu sampai efek kebaruan habis, kemudian lihat lebih dekat apakah perubahan tersebut menyempurnakan atau justru mengganggu kenyamanan pengguna."

3. Jangan Memberikan Kejutan

Jika Facebook memutuskan melakukan peluncuran pada updatean terbaru, harus sangat berhati-hati menyampaikannya pada pengguna. Perlu memberikan alasan di balik perubahan yang diberlakukan dan bermigrasi secara bertahap ke format baru. "Hal ini akan memperingatkan pengguna akan perubahan besar yang akan diberlakukan dan secara emosional pengguna dapat mempersiapkan diri," kata Stewart.

4. Harus Sadar Dengan Perbedaan Yang Ada Di Lingkungan Pengguna

Dalam kasus Facebook, produknya harus dapat diakses warga San Francisco yang memakai iPhone dan begitu pula dapat diakses oleh warga New Delhi yang menggunakan Motorola. "Merancang untuk ponsel low-end memang bukan pekerjaan desainer glamor, tetapi jika Anda ingin merancang untuk seluruh dunia, Anda harus merancang untuk setiap pengguna dimanapun mereka berada, bukan dimana Anda berada."

5. Anda Tidak Dapat Menyenangkan Semua Orang

Betapapun suatu rancangan sudah dipersiapkan dengan matang, tidak dapat mencegah fakta bahwa: "Akan selalu ada orang yang tidak menyukai perubahan." Terkadang ada orang yang seolah terlahir untuk menyukai desain tertentu, sekalipun jika desain yang ia sukai itu pada dasarnya tidak bagus di mata kita, kata Stewart. Beri waktu beberapa minggu bagi pengguna untuk menyesuaikan diri, sebagian besar reaksi negatif akan perubahan bisa saja berubah.

 

Source: businessweek.com

Komentar

belum ada komentar

Silahkan Log In terlebih dahulu untuk memberikan komentar.

artikel terkait

Pemimpin bisnis yang cerdas tahu bahwa mereka perlu rencana strategis ...

Monday, 27 October 2014

Kita hidup di atas tanah berpenduduk keempat terbesar di dunia ...

Friday, 26 December 2014