Tidak Ada Yang Namanya Otak Kiri Atau Otak Kanan

Tidak Ada Yang Namanya Otak Kiri Atau Otak Kanan

Pada satu titik tertentu dalam hidup Anda mungkin sudah dilabeli dengan "pemikir otak kanan" (yang mana artinya pemikir kreatif) atau "pemikir otak kiri" (Anda berfikir logis). Mungkin dari cara inilah Anda melihat diri dan dunia.

Kenyataan tersebut disebut sains 'palsu' oleh Sarah-Jayne Blakemore, seorang professor ilmu kognitif di University College London, di episode terkini saluran Freaknomics Radio.

"Ide (otak kiri dan kanan) tersebut tidak bisa diterima secara fisiologis," ungkap Blakemore.

Blakemore meyakini bahwa konsep - pemikir "logis, analitis, dan akurasi" bisa membantu kinerja atau saling terhubungan dengan sisi lain otak mereka yang berfikir "kreatif, intuitif, dan emosional" - adalah misintrepretasi atas penerapan ilmu sains yang berharga. Inilah yang Blakemore fikir di budaya populer sekarang, seolah banyak orang belum di kapasitasnya membuat fakta mereka sendiri. Dan tentu saja orang-orang suka mengkategorikan diri mereka sendiri.

Pada era 60-an, 70-an, dan 80-an, ahli syaraf kognitif ternama, Michael Gazzaniga telah mempelopori penelitian cara kerja otak. Ia meneliti lewat pasien yang tidak memiliki banyak corpus callosum - yaitu sistem yang menghubungkan kedua bagian otak. Di masa penelitian tersebut dibuktikan bahwa pasien menderita kejang-kejang berkelanjutan akibat epilepsi keras atas pemutusan hubungan kedua bagian otak.

Dengan demikian Gazzaniga bisa memastikan tingkat originalitas kognisi terkini dan fungsi motorik dengan memonitor kinerja otak para pasiennya.

Sebagai contoh dari hasil temuannya, bagian dari otak kiri yang ia juluki "The Interpeter" mengendalikan proses aksi yang telah dimulai dari otak kanan.

Gazzaniga menemukan fakta bahwa, "Setiap bagian otak memainkan peran berbeda pada masing-masing tugas dan fungsi kognitif yang berbeda, dan itulah yang secara normal merupakan dominasi berbeda oleh setiap bagian otak," ungkapnya.

Dan penelitian dari Gazzaniga lah yang menjadi terobosan pada kinerja otak manusia. Tapi pada manusia normal, corpus callosum lah yang secara berkelanjutan mentransmisikan informasi di antara kedua bagian otak. Secara fisik tidak mungkin seseorang hanya mengandalkan salah satu bagian otak saja.

Blakemore merasa bahwa misinterpretasi mengenai kinerja otak yang selama ini berkembang luas sebenarnya berbahaya, karena dikotomi 'label' meyakinkan orang-orang bahwa cara mereka berfikir sudah pasti secara genetis berada dalam suatu skala besar.

"Maksud saya, terdapat perbedaan besar pada masing-masing individu terkait kekuatan kognisi," tambah Blakemore. "Beberapa orang memang berfikir kreatif; sementara yang lainnya berfikir analitis. Namun pemahaman soal pembagian 'otak kiri' atau 'otak kanan' sepenuhnya tidak benar dan harus dihilangkan."

 

Source: businessinsider

Komentar

belum ada komentar

Silahkan Log In terlebih dahulu untuk memberikan komentar.

artikel terkait

Kembali ke tahun 1982, pria muda berumur 26 tahun bernama ...

Thursday, 12 March 2015

Kadang (kebanyakan) dari kita memikirkan, apa saja sebenarnya kebiasaan orang ...

Monday, 16 March 2015