Lewat Kontrak, baik Freelancer maupun klien sama-sama diuntungkan

Lewat Kontrak, baik Freelancer maupun klien sama-sama diuntungkan

Sebagai pihak yang menawarkan barang atau jasa, kerap kali kita hanya mementingkan bagaimana produk atau jasa kita laku terjual.

Kalau produk atau jasa kita dibeli secara sekali putus, tentu hubungan penjual dan pembeli selesai di sana, tetapi bagaimana jika pembelian dilakukan secara bertahap (karena kuantitas yang belum mampu kita penuhi sekaligus atau kebutuhan pembeli yang berkala) atau jasa yang kita berikan sekaligus memberikan jaminan revisi jika klien belum puas?

Sebagai contoh Andi (nama samaran), freelancer yang mendapat pesanan pembuatan video. Karena merasa segan dengan klien yang sudah membayarnya, ia putuskan untuk melanjutkan hubungan bisnis diantara mereka tanpa kontrak.

Andi juga setuju baru akan dibayar ketika video sudah diterima oleh klien secara memuaskan.

Alhasil, video sudah dikerjakan Andi sesuai dengan kehendak klien, tetapi klien terus meminta revisi, revisi, dan revisi lagi. Karena ukuran “memuaskan” sangat subjektif. Proses pekerjaan selesai untuk 1 video itu aja memakan waktu hingga 6 bulan. Padahal Andi harus fokus mengerjakan orderan lain.
Pangkal persoalan Andi ada pada ketiadaan kontrak. Semestinya ketika memberikan jasa, Andi juga menyodorkan Perjanjian Pemberian Jasa yang mampu melindungi Andi dari hal-hal merugikan.

Apa sajakah itu? Melalui kontrak, Andi bisa mengatur bahwa pembayaran dilakukan dalam beberapa tahap. Tahap satu dilakukan bersamaan dengan tanggal penandatanganan kontrak. Tahap dua bersamaan dengan pada saat video Andi tunjukan kepada klien. Dan tahap pelunasan pada saat video revisi diterima oleh klien.

Selain itu, lewat kontrak Andi bisa mengatur batasan revisi. Revisi bisa diatur dengan maksimal jumlah atau dengan lewatnya batas waktu.
Andi juga bisa memasukan pasal pelepasan tanggung jawab atas penggunaan video. Dan klien sendiri bisa mengatur soal pelepasan hak cipta video dari Andi, demi kenyamanan dan jaminan penggunaan di kemudian hari.

Dengan kontrak yang jelas, baik freelancer maupun pengguna sama-sama punya pegangan dan batasan atas hubungan bisnis diantara mereka.
Jadi mau pilih sungkan di awal tetapi ruwet akhirnya, atau hadirkan kontrak di awal supaya semua terang benderang sejak semula?

Mari lindungi bisnis Anda dengan kehadiran perjanjian maupun kontrak. Peranan perjanjian dalam bisnis Anda meminimalisir sengketa hukum. Jangan sampai hak Anda tidak didapat karena tidak ada dokumen yang melindungi.

 

Rieke Caroline, SH, MKn.
CEO &Founder

PT Teras Perjanjian Digital
Jl. Kemang Selatan IX No.1B
Jakarta 12730, Indonesia

email: info@buatkontrak.com
Telephone: 0858.858.10545 (WA)

Twitter: @buatkontrak
FB: fb.com/buatkontrak
IG: buatkontrak

Komentar

belum ada komentar

Silahkan Log In terlebih dahulu untuk memberikan komentar.

artikel terkait

LOKAmedia mengucapkan Selamat Merayakan Hari Raya Idul Fitri 1438 H ...

Sunday, 25 June 2017

Bagi Anda yang ingin mengembangkan jangkauan pasar yang lebih luas ...

Saturday, 22 July 2017